Sejarah Akademi Analis Kesehatan Pekalongan

A. SEJARAH PENDIRIAN Akademi Analis Kesehatan Pekalongan

AKADEMI ANALIS KESEHATAN PEKALONGAN atau disingkat AAK PEKALONGAN adalah perguruan tinggi profesional berbentuk akademi. AAK Pekalongan diselenggarakan oleh Yayasan Wira Purnama Husada Pekalongan sebagai wujud peran serta yayasan dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat melalui bidang pendidikan.

Penyelenggaraan pendidikan Analis Kesehatan didasarkan pada kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan yang paripurna yang dilakukan oleh tenaga terampil dan mandiri. Seiring dengan kemajuan teknologi maka peran laboratorium kesehatan sebagai salah satu pilar pelayanan kesehatan yang paripurna tersebut semakin ditingkatkan. Sementara itu ketersediaan tenaga profesional di bidang analis kesehatan masih sangat sedikit.

Atas dasar pertimbangan diatas maka didirikan AAK PEKALONGAN pada tahun 2000 dan mandapatkan persetujuan Menteri Pendidikan Nasional melalui SK Mendiknas No. 217/D/0/2000 tanggal 10 Oktober 2000.

Tahun 2000 AAK Pekalongan merupakan satu-satunya perguruan tinggi penyelenggara pendidikan analis kesehatan di bawah Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (KOPERTIS) Wilayah VI Jawa Tengah yang telah mendapatkan rekomendasi ijin operasional dari Mendiknas.

VISI :

MENJADI AKADEMI ANALIS KESEHATAN PEKALONGAN YANG UNGGUL DI BIDANG LABORATORIUM KLINIK DENGAN MENGEDEPANKAN AKHLAKUL KARIMAH

MISI  :

  1. Menyelenggarakan pendidikan profesional berbasis kompetensi dengan mengedepankan akhlakul karimah.
  2. Melaksanakan penelitian untuk mengembangkan keilmuan dibidang laboratorium.
  3. Melaksanakan pengabdian kepada masyarakat khususnya bidang pelayanan kesehatan masyarakat melalui pelayanan laboratorium dan pengembangan potensi daerah.

TUJUAN  :

  1. Menjadikan AKADEMI ANALIS KESEHATAN PEKALONGAN sebagai perguruan tinggi terdepan dalam penguasaan Laboratorium analis kesehatan di Pekalongan dan sekitarnya melalui :
  2. Pendidikan tinggi yang berkualitas dalam rangka menghasilkan lulusan yang beretika, kompeten dan bersikap professional.
  3. Penelitian dalam bidang teknologi informasi yang berwawasan lingkungan, memberikan daya dukung terhadap pemecahan.
  4. permasalahan masyarakat, bangsa, dan negara serta berbasis pada nilai-nilai keunggulan lokal.
  5. Pengabdian kepada masyarakat yang memberikan daya dukung terhadap kemandirian dan kesejahteraan masyarakat.
  6. Tatakelola institusi yang kredibel, trasparan, akuntabel, bertanggungjawab dan adil serta terintegrasi antar bidang guna menunjang keefektifan dan efisiensi. pemanfaatan sumber daya.
  7. Kerjasama yang strategis, dan berkelanjutan dengan para stakeholder.
  8. Peningkatan citra institusi melalui publikasi dan promosi yang berkelanjutan.

      KOMPETENSI LULUSAN

  • Analis Kesehatan :
  1. Mampu melakukan tugas per tugas (task skills). Contoh : Mampu melakukan pengambilan sampel dan memindahkan biakan secara aseptik.
  2. Mampu mengelola sejumlah tugas yang berbeda dalam melaksanakan pekerjaan (task management skills). Contoh : Mampu melakukan pengambilan sampel dan memindahkan biakan secara aseptik.
  3. Mampu menanggapi kelainan dan kerusakan dalam pekerjaan sehari-hari (contingency management skills). Contoh : Sedang memindahkan biakan, gas habis. Menggunakan lampu spiritus untuk sterilisasi ose.
  4. Mampu mengahadapi tanggung jawab dan harapan dari lingkungan kerja termasuk bekerjasama dengan orang lain (Job role Environment Skills). Contoh : Biakan tumpah, menangani tumpahan (didisinfeksi) sehingga tidak membahayakan dirinya dan orang lain / lingkungan.
  5. Mampu mentransfer kompetensi yang dimiliki dalam setiap situasi yang berbeda /situasi yang baru/ tempat kerja yang baru (transfer skills/adaptation skills). Contoh : Memindahkan biakan bakteri dalam safety cabinet.

 

 

 

Copyright @ Saeful Faz,S.Kom 2018