SMART KOMPETEN PROFESIONAL SKILL SEHAT

Sistem Informasi Akademik

Penerimaan Mahasiswa Baru

Program Studi

Partner











Laboratorium bakteriologi

Laboratorium bakteriologi adalah laboratorium yang menangani masalah mikrobiologis pada kegeiatan produksi, baik berupa bahan baku, produk akhir meliputi sanitasi lingkungan yang dapat menyebabkan kontaminasi makanan. Untuk menjalankan fungsi tersebut, laboratorium bakteriologi terdiri dari asisten lab senior, pembantu lab, dan komisi higienis :

1.Asisten lab senior bertugas menyiapkan sampel untuk dianalisa dan melakukan analisa dasar mikrobiologis seperti analisa TPC, coliform, dan entebacteri.

2.Pembantu lab bertugas mengambil sampel, menyiapakn dan mensterilkan media serta alat dan membersihkan semua alat gelas dan peralatan yang digunakan untuk analisa bakteriologi.

3.Komite Higienis bertugas mengadakan training bagi karywan di pabrik, mengawasi higienitas di pabrik dan menetapkan daerah spesifik higienis.

Kegiatan yang dilakuan laboratorium bakteriologi adlah mengontrol atau memonitor kondis higienis dari bahan baku sampai produk akhir.

Pelatihan pembuatan dan pembacaan preparat malaria

Mahasiswa sangat antusias dengan adanya pelatihan pembuatan dan pembacaan preparat malaria oleh

Laboratorium Hematologi

Pemeriksaan hematologi adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk mengetahui keadaan darah dan komponen-komponennya. Darah terdiri dari bagian padat yaitu sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit), trombosit dan bagian cairan yang berwarna kekuningan yang disebut plasma. Pemeriksaan hematologi rutin dapat menentukan kualitas kesehatan.

Dalam sirkulasi darah didapatkan sel darah dan cairan yang disebut plasma. Sel darah tersebut terdiri dari eritrosit (sel darah merah), leukosit (sel darah putih), trombosit (sel pembeku darah). Pemeriksaan hematologi adalah pemeriksaan yang bertujuan untuk mengetahui kelainan dari kuantitas dan kualitas sel darah merah, sel darah putih dan trombosit serta menguji perubahan yang terjadi pada plasma yang terutama berperan pada proses pembekuan darah.

Pemeriksaan pada sel darah meliputi kadar hemoglobin, jumlah eritrosit, hematokrit, nilai eritrosit rerata (nilai NER), jumlah leukosit dan trombosit. Selain itu pemeriksaan hematologi meliputi pula hitung retikulosit, hitung eosinofil, aktifitas glucose-6-phosphate dehydrogenase (G6PD), daya tahan osmotik eritrosit yang dikenal sebagai resistensi osmotik eritrosit, penetapan fraksi hemoglobin dalam eritrosit yang diperiksa dengan analisa hemoglobin, pemeriksaan sel lupus eritematosus (LE) serta penetapan golongan darah. Selain itu, pemeriksaan hematologi yang terpenting adalah pemeriksaan hitung jenis leukosit disertai dengan penilaian morfologi sel darah yang dapat diketahui dengan pemeriksaan gambaran darah tepi. Pemeriksaan gambaran darah tepi dapat menilai kelainan bentuk dari eritrosit, leukosit dan trombosit yang dapat menimbulkan kelainan secara hematologis